Menu

Dark Mode
Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214 Rudy Mas’ud Buka Peluang Dialog dengan Demonstran, Tergantung Situasi Lapangan Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

News

Kpopers Ikut Aksi Tolak PPN 12%: Harga Merchandise dan Tiket Konser Terancam Naik

badge-check


					Kolase Foto, Aksi Unjuk Rasa Penggemar Kpop Terhadap Kenaikan PPN 12%/ FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto, Aksi Unjuk Rasa Penggemar Kpop Terhadap Kenaikan PPN 12%/ FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Pada Kamis, 19 Desember 2024, ratusan penggemar K-pop berkumpul di depan Istana Negara dan Istana Merdeka di Jakarta untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dinaikkan menjadi 12%.

Para peserta membawa spanduk, poster, dan lightstick simbol kebanggaan mereka sebagai penggemar K-pop.

Dalam suasana yang penuh semangat, penggemar K-pop juga menyanyikan lagu-lagu dari grup idola favorit, menjadikan aksi tersebut sebagai bentuk perayaan budaya K-pop sekaligus unjuk rasa.

Seorang perwakilan yang turut serta dalam aksi menyatakan bahwa kenaikan PPN 12% ini akan berdampak langsung pada harga merchandise K-pop, termasuk album dan tiket konser.

Seorang penggemar K-pop berusia 20 tahun yang turut ikut aksi, menambahkan bahwa mereka ingin suara mereka didengar, terutama karena harga tiket konser terus naik dan semakin membebani kelas menengah yang merasa kurang mendapat bantuan dari pemerintah.

Aksi ini juga mendapat perhatian dari pihak keamanan yang sempat meminta para demonstran untuk menjauh dari area Istana Merdeka.

Namun, para Kpopers tetap bertahan dan berdiskusi dengan petugas untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Beberapa perwakilan akhirnya diizinkan masuk ke Sekretariat Negara untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

Meskipun diguyur hujan, semangat para peserta tidak surut.

Mereka terus menyuarakan kekhawatiran terkait dampak kebijakan ini terhadap daya beli, khususnya bagi kalangan muda dengan penghasilan terbatas.

Dalam orasi mereka, para peserta demo berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kecil yang akan merasakan dampak besar dari kenaikan pajak ini.

Selain itu, beberapa peserta membagikan freebies, seperti poster dan merchandise K-pop, kepada sesama peserta sebagai bentuk solidaritas.

Aksi unjuk rasa ini juga menunjukkan betapa besar pengaruh budaya K-pop di Indonesia dan bagaimana para penggemarnya bisa bersatu dalam isu sosial-ekonomi yang lebih luas.

Kehadiran Kpopers dalam demonstrasi ini menarik perhatian masyarakat umum, yang semakin menyadari bahwa isu pajak ini tidak hanya mempengaruhi sektor ekonomi tradisional, tetapi juga kehidupan budaya pop yang semakin berkembang di Indonesia.

Aksi unjuk rasa ini juga terinspirasi oleh gerakan serupa di Korea Selatan, di mana penggemar K-pop turun ke jalan untuk menyuarakan pendapat terkait isu-isu sosial dan politik.

Meskipun aksi ini berlangsung damai, aparat keamanan tetap melakukan pengawasan untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya demonstrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai tindakan represif terhadap peserta aksi.

Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan PPN 12% ini mendapat sorotan publik, mengingat partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas Kpopers yang selama ini lebih dikenal dengan fokus pada kegiatan hiburan.

Hal ini menunjukkan bahwa isu ekonomi dan kebijakan publik mampu menyatukan berbagai kalangan untuk menyuarakan pendapat mereka. (naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS, Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti Rakyat”,

11 April 2026 - 14:30 WITA

Trending on News