Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

GRAFIS – Dukungan BRIN untuk Pelaksanaan Teknologi Tepat Guna di Kawasan Desa

badge-check


					Grafis Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) dalam langkah mendukung hadirnya TTG di desa/ fasenews.id Perbesar

Grafis Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) dalam langkah mendukung hadirnya TTG di desa/ fasenews.id

FASENEWS.ID – Dukungan disampaikan akan dilakukan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dalam Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di daerah.

Salah satunya adalah untuk diadakannya Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR).

Koordinator Fungsi Inkubasi BRIN, Ferry Rahmadhan, menjelaskan bahwa Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) dirancang untuk menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi yang berlandaskan inovasi.

“PPBR adalah startup yang mengembangkan produk atau jasa berdasarkan hasil riset, sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan perusahaan mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya dalam sosialisasi bertema Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, yang melibatkan pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan lembaga riset. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur di Gran Senyiur Balikpapan (13/11) lalu.

Ia juga mengatakan bahwa BRIN mendukung pengembangan PPBR melalui program RIIM Startup, yang akan memberikan dana hingga Rp600 juta selama dua tahun.

Dukungan program ini diperkuat dengan pembinaan berupa mentoring, coaching, dan pelatihan kewirausahaan yang mengutamakan riset.

Peserta diberikan arahan untuk menyusun model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC), membuat rencana aksi yang terstruktur, dan mempersiapkan proposal demi menarik mitra maupun investor potensial.

Pada tahapan pra-inkubasi, peserta difasilitasi dengan pengetahuan mendalam tentang legalitas usaha, pembentukan tim profesional, dan pengembangan produk yang didasarkan pada riset.

“Tim yang solid adalah salah satu kunci keberhasilan startup, karena banyak yang gagal akibat kurangnya kekompakan,” terang Ferry.

Selama tahap inkubasi, fokus utama terletak pada pengujian produk, proses sertifikasi, dan pengembangan produksi untuk skala bisnis.

Tidak hanya itu, BRIN juga mengadakan sesi temu bisnis, yang bertujuan untuk menjembatani peserta dengan mitra serta investor, mempercepat pengembangan usaha berbasis riset agar dapat bersaing lebih efektif.

Grafis Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) dalam langkah mendukung hadirnya TTG di desa/ fasenews.id

(adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial