Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Desa Loa Janan Ulu Raih Penghargaan atas Keberhasilan Menurunkan Stunting

badge-check


					Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, semakin menguatkan langkah-langkah penanggulangan stunting.

Dengan tingkat stunting yang masih tinggi, masalah ini menjadi perhatian utama karena dampaknya yang sangat berpengaruh pada masa depan generasi bangsa.

Puguh Harjanto, Kepala DPMPD Kaltim, mengungkapkan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah strategis yang mempengaruhi keberlanjutan bangsa.

“Target kita adalah menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024,” ucapnya.

Puguh menekankan bahwa anak-anak yang menderita stunting berisiko tinggi mengalami hambatan dalam perkembangan fisik dan kognitif mereka.

Stunting dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.

“Upaya dalam penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi,” sambungnya.

Desa Loa Janan Ulu di Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu desa yang berhasil dalam menanggulangi stunting.

Supariyo, Kepala Desa Loa Janan Ulu, mengungkapkan bahwa masalah stunting akibat kekurangan gizi dan gizi buruk menjadi perhatian utama mereka.

Desa Loa Janan Ulu mencakup 36 RT dengan jumlah penduduk mencapai 12.711 jiwa.

Terdapat 16 Posyandu dan 5 Posbindu di desa ini, yang secara aktif menjalankan berbagai program kesehatan, termasuk upaya penanganan stunting.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, sembilan Posyandu di desa ini berhasil meraih piagam penghargaan dari Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, serta Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah.

Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka dalam mencatatkan kehadiran balita 100 persen di Posyandu.

“Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya pencegahan dan penanganan stunting, serta menjaga kesehatan ibu hamil dengan risiko tinggi melalui berbagai program dan kegiatan yang berkesinambungan,” terang Supariyo.

DPMPD Kaltim bersama desa-desa berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Posyandu, dan masyarakat guna mendukung program penurunan stunting. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial