Menu

Dark Mode
768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

Advertorial

Pemerintah Beri Pengakuan MHA, Memperkuat Proses Mediasi Tanah di Kutai Timur

badge-check


					Kolase Foto Rakernis Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Analis Kebijakan Ahli Muda, Slamet/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Kolase Foto Rakernis Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat dan Analis Kebijakan Ahli Muda, Slamet/ Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID – Dinas Pertanahan Kutai Timur, melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Slamet, memberikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam memastikan perlindungan dan pengakuan terhadap masyarakat hukum adat (PP MHA) terkait tanah.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk memperkuat kembali mekanisme perlindungan masyarakat hukum adat yang ada di Kalimantan Timur.

Dengan demikian, proses verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh para pihak di masa mendatang dapat berjalan lebih tepat sasaran.

“Saya selaku mewakili dinas juga sebagai pihak yang memfasilitasi urusan verifikasi masalah hukum adat yang ada di Kabupaten Kutai Timur, jadi kami sangat terbantu,” ujarnya.

Slamet menyebutkan bahwa sengketa tanah merupakan salah satu persoalan yang cukup sering muncul di Kutai Timur, terutama dalam konteks pertanahan antar beberapa pihak.

“Menurut saya sudah menjadi sesuatu hal yang lazim jika terjadi masalah dan telah dilakukannya pengantisipasian agar ke depannya dapat menghasilkan solusi bersama,” ucapnya.

Sebagai pihak yang bertugas dalam urusan pertanahan, Slamet menjelaskan bahwa permasalahan yang tidak kunjung menemukan solusi atau terjebak dalam perdebatan panjang menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Ia menekankan bahwa pemerintah mendukung penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum yang tersedia bagi kedua belah pihak.

“Kalau sifatnya yang seperti itu maka hal kecil itu kadang mewarnai masalah sengketa ini, perlu diketahui karena kami di sini hanya bersifat mediasi saja,” ungkapnya.

“Jika telah terjadi hal pidana urusannya maka itu sudah masuk ke ranah hukum atau aparat kepolisian yang melanjutkannya tentu bukan bagian kami lagi,” sambungnya.

Dijelaskannya bahwa bidang pertanahan utamanya menangani sengketa untuk memberi pemangku kepentingan urusan tanah ruang untuk berkomunikasi.

“Untuk bidang yang kami tangani ini kan seputar pertanahan yaitu urusan ganti rugi tanah untuk pemerintah atau publik, masalah sengketa dan penata gunaan pertanahan,” terangnya.

Slamet mengakui bahwa pertemuan yang diselenggarakan oleh DPMPD Kaltim membawa harapan bagi para pemangku kepentingan untuk menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan urusan tanah ke depannya.

“Dengan adanya pertemuan dari berbagai pihak seperti ini membuka hal baru untuk kami dalam merancang dan mengetahui hasil setelah diakuinya MHA itu, serta mereka dapat berharap banyak dari situ untuk peroleh manfaatnya,” jelasnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial