Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

Daerah

Pasca Putusan MK, KPU Samarinda Masih Gunakan PKPU No 8, Siap Siaga Menanti PKPU Terbaru

badge-check


					Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat/ Foto: fasenews.id Perbesar

Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat/ Foto: fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini terjepit di tengah keputusan lembaga tinggi negara, mulai dari keputusan Mahkamah Agung (MA), keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga upaya Badan Legislasi (Baleg) DPR tentang revisi UU Pilkada.

Ketidakpastian ini terjadi sepekan sebelum masa pendaftaran calon kepala daerah.

Lantas kemana PKPU akan berpijak sebagai landasan dan aturan teknis pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya KPU telah mengeluarkan PKPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada awal Juli 2024.

Namun, pada Selasa (20/8), MK mengetok palu untuk dua gugatan terkait Pilkada 2024. MK mengubah syarat usia minimal 30 untuk cagub dan cawagub menjadi terhitung sejak penetapan.

Ketentuan ini berbeda dengan putusan MA yang menginginkan aturan tersebut dihitung sejak pelantikan.

Lalu, Baleg secara tiba-tiba langsung merevisi UU Pilkada. Revisi UU Pilkada juga dilakukan sehari setelah Mahkamah Konstitusi (MK).

Sepekan lagi pendaftaran calon kepala daerah, publik tentu menunggu kepastian demi penyelenggaraan pilkada yang lancar dan damai.

Ketua KPU kota Samarinda Firman Hidayat menyampaikan, sebagai penyelenggara Pilkada di daerah pihaknya masih menjalankan aturan teknis Pilkada menggunakan PKPU No 8 Tahun 2024.

Mereka juga terus menyiapkan berbagai hal teknis dalam menyongsong tahapan pendaftaran yang akan berlangsung pada tanggal 27-29 Agustus.

“Sejauh ini kami masih menggunakan PKPU No.8 Tahun 2024, walaupun MK telah mengeluarkan putusan yang memperbolehkan pencalalon kepala daerah oleh partai-partai yang tidak memiliki kursi di DPRD,” ungkap Firman Hidayat, Kamis (22/08/24).

Pasca putusan MK, PKPU terbaru dari KPU menjadi penting, sebagai acuan turunan secara teknis operasionalnya.

Firman menyebutkan, hal tersebut tentu membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Namun pihaknya masih menggunakan PKPU yang lama sebelum keluar PKPU terbaru.

“Terkait penerbitan PKPU terbaru kami masih menunggu penyesuaiaan antara PKPU yang telah terbit sebelumnya dengan hasil putusan MK tersebut,” ujarnya.

Namun Firman bilang, KPU Samarinda tetap siap siaga, menanti informasi terbaru apabila adanya penerbitan PKPU terbaru.

“Pastinya kami siap siaga 24 jam hingga tanggal 26 dan 27, apabila memang ada penerbitan PKPU terbaru kami akan mengsosialisasikan juknis PKPU terbaru tersebut kepada partai politik,” pungkasnya. (fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder

5 July 2026 - 20:47 WITA

Sugiyono Gaungkan Spirit Bung Karno untuk Generasi Muda Samarinda

22 June 2026 - 10:40 WITA

Dorong Kreativitas Anak Muda Samarinda, Sugiono Luncurkan Creative Competition

9 June 2026 - 09:59 WITA

PAC PDI Perjuangan Sungai Pinang Perkuat Basis, Tegaskan Komitmen Partai Hadir Nyata untuk Rakyat

25 May 2026 - 16:19 WITA

MUNAS IKA UNMUL 2026: Agus Suwandy Terpilih Aklamasi

25 May 2026 - 10:48 WITA

Trending on Daerah