Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Sosok Andrej Frey Bos Kampung Rusia Parq Ubud yang Diborgol Polisi! Kuasai 34 SHM Warga Bali

badge-check


					Kolase foto Andrej Frey adalah pendiri dan CEO PARQ Development/ fasenews.id Perbesar

Kolase foto Andrej Frey adalah pendiri dan CEO PARQ Development/ fasenews.id

FASENEWS.ID – Seorang warga negara Jerman bernama Andrej Frey (53), yang dikenal sebagai pengelola kawasan wisata Parq Ubud atau “Kampung Rusia,” kini menjadi tersangka kasus alih fungsi lahan di Gianyar, Bali.

Frey diketahui menguasai 34 Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga di Tegallalang, Ubud, untuk membangun kawasan wisata tersebut yang luasnya mencapai 1,8 hektare.

Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menjelaskan bahwa kawasan yang digunakan oleh Andrej Frey berada di zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan zona pariwisata (P1).

Di atas lahan tersebut telah berdiri vila, pusat spa, dan peternakan yang masih dalam tahap pembangunan.

“Setelah digali, ternyata tanah tersebut merupakan hasil alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan,” ujar Daniel dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (24/1/2025).

Frey, yang menjabat sebagai Direktur PT Parq Ubud Partners, PT Tomorrow Land Development Bali, dan PT Alfa Management Bali, telah ditahan setelah penyelidikan intensif sejak November 2024.

Lantas, siapa sebenarnya Andrej Frey?

Tim redaksi himpun beberapa informasi soal bule Jerman yang kini sudah ditahan atas kasus alih fungsi lahan di Bali.

Andrej Frey: Arsitek Ambisius di Balik Proyek PARQ Ubud

Nama Andrej Frey, seorang arsitek sekaligus pengusaha asal Jerman, kerap menjadi sorotan berkat proyek ambisiusnya di dunia properti.

Sebagai pendiri dan CEO PARQ Development, Andrej Frey dikenal dengan visinya yang menggabungkan hunian modern, komunitas, dan gaya hidup dalam satu kawasan terpadu.

Visi Ambisius yang Terwujud di Bali

Di bawah kepemimpinannya, Andrej Frey membangun PARQ Ubud di atas lahan seluas 120.000 meter persegi.

Kawasan ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang mencakup apartemen, restoran, spa, pusat kebugaran, hingga coworking space.

Proyek ini menarik perhatian pekerja jarak jauh dan ekspatriat, khususnya komunitas Rusia, yang banyak menjadikan PARQ Ubud sebagai tempat tinggal jangka panjang.

Selain PARQ Ubud, Andrej Frey juga mengembangkan proyek-proyek lain seperti PARQ Blue dan PARQ Family, yang menekankan konsep keberlanjutan dan kenyamanan bagi komunitas modern.

Di bawah bendera PARQ Development, ia terus merancang ruang-ruang inovatif yang kini menjadi perbincangan di kancah nasional maupun internasional.

Kritik dan Kontroversi

Namun, perjalanan Andrej Frey tidak sepenuhnya mulus.

Desain modern PARQ Ubud, yang dinilai tidak mencerminkan karakter arsitektur tradisional Bali, kerap menuai kritik dari masyarakat lokal.

Selain itu, rencana besar Andrej untuk memperluas kawasan PARQ hingga 530.000 meter persegi pada tahun 2026 memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan dan budaya setempat. (as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News