Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Samarinda Terendah untuk Angka Total Fertility Rate (TFR), Tertinggi di Mahulu! 

badge-check


					TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST Perbesar

TFR jadi angka regenerasi penduduk/ Foto: IST

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BKKBN Kaltim) telah menargetkan angka Total Fertility Rate (TFR) di Kaltim mencapai 2,13 pada tahun 2024.

TFR merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa suburnya (usia 15-49 tahun) di suatu daerah atau negara.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menurut hasil Long Form SP2020 saat ini angka TFR Kaltim berada di 2,18. Angka tersebut menurun dalam lima dekade terakhir.

Diketahui, sensus penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 5,41.

Artinya, seorang wanita bisa melahirkan lima sampai 6 anak selama masa reproduksinya.

“Angka ini harus kita jaga, semoga masih bisa turun lagi. Sesuai target kita di 2024 yaitu 2,13,” ungkap Kepala BKKBN Kaltim, Sunaryo.

Sedangkan, angka TFR untuk di seluruh kabupaten atau kota di Kaltim berada di bawah angka tiga.

Puncak tertinggi diduduki kabupaten Mahakam Ulu yakni senilai 2,42.

Diikuti kabupaten kota Berau 2,37, Penajam Paser Utara (PPU) 2,36, Kutai Barat 2,28, Paser 2,27, Kutai Timur 2,24, Kutai Kartanegara 2,16, Bontang 2,15, dan Balikpapan 2,13. Samarinda berada di posisi akhir yaitu 2,06.

Sunaryo menyebutkan, angka tersebut tidak boleh kurang dari 2. Karena, dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk tidak seimbang atau bisa disebut dengan minus growth.

Menurutnya, satu daerah diharapkan memiliki TFR sebesar 2,1.

Angka ini disebut sebagai penggantian (replacement level), artinya setiap perempuan digantikan oleh satu anak perempuan untuk menjaga kelangsungan regenerasi penduduk.

“Ini harus kita jaga karena kecenderungan remaja sekarang sudah berpotensi ke arah nikah di usia tua,” pungkasnya. (nit)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WIB

Ananda Emira Moeis: Penabrakan Jembatan Tak Sekedar Isu Infrastruktur Melainkan Juga Isu Stabilitas Ekonomi Masyarakat

12 March 2026 - 12:40 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Trending on Daerah