Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Profil Menteri Dikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro, Dituding Arogan dan Kasar ke Pegawai! Pendemo: Kami Bukan Babu Keluarga

badge-check


					Kolase aksi demo dan potret Menteri Satryo/ fasenews.id Perbesar

Kolase aksi demo dan potret Menteri Satryo/ fasenews.id

FASENEWS.ID – Puluhan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Jalan Pintu Senayan, Jakarta Selatan, pada Senin pagi (20/1/2025).

Mereka mengungkapkan ketidakpuasan terhadap Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dianggap bersikap arogan dan kasar terhadap mereka.

Peserta aksi yang mayoritas mengenakan kemeja hitam itu membawa sejumlah spanduk berisi kritik tajam.

Salah satu spanduk bertuliskan, “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri”, sementara yang lainnya berisi pesan, “Kami ASN dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan untuk babu keluarga”.

Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, sebelumnya dikenal luas sebagai ilmuwan dan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro

Lahir pada 5 Januari 1956 di Delft, Belanda, Satryo memiliki latar belakang akademis yang mumpuni.

Ia meraih gelar Ph.D dalam bidang Teknik Mesin dari University of California, Berkeley, pada 1985.

Usai menyelesaikan pendidikannya, Satryo kembali ke tanah air dan bergabung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sana, ia mengawali karier akademisnya.

Selain mengajar, Satryo juga memegang sejumlah posisi penting di ITB.

Pada tahun 1992, ia diangkat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB, di mana ia memimpin inisiatif untuk evaluasi kualitas pendidikan yang kemudian menjadi model di tingkat universitas dan Kementerian Pendidikan Tinggi.

Lebih dari 99 publikasi ilmiah telah diproduksi oleh Satryo sepanjang kariernya, menunjukkan dedikasinya dalam bidang pendidikan tinggi.

LHKPN Menteri Satryo

Di balik pencapaian akademisnya, nama Satryo juga tercatat dalam laporan kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang menimbulkan sorotan publik.

Berdasarkan data LHKPN, kekayaan Satryo mengalami kenaikan signifikan dalam periode 2001 hingga 2005.

Pada tahun 2001, kekayaan Satryo tercatat sebesar Rp1,87 miliar, yang sebagian besar berasal dari aset tanah dan bangunan, serta kendaraan.

Dalam LHKPN tahun 2005, kekayaan Satryo meningkat drastis menjadi Rp7,86 miliar, yang diduga berasal dari kerja dan akumulasi aset tambahan yang dilaporkan selama periode tersebut. (as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News