Menu

Dark Mode
Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan Soroti SPMB, Anhar Minta Pemerintah Berhenti Sekadar Mengganti Sistem

Advertorial

Mengatasi Kebutuhan Air Bersih: Program SPAMS di Kalimantan Timur Diharapkan Memberdayakan Desa

badge-check


					Potret Air Bersih/ IST Perbesar

Potret Air Bersih/ IST

FASENEWS.ID – Kebutuhan akan air bersih berperan vital dalam melindungi kesehatan masyarakat, dengan mencegah penyebaran penyakit akibat air yang terkontaminasi.

Program SPAMS di desa-desa Kalimantan Timur (Kaltim) diharapkan mampu menyediakan air bersih bagi masyarakat yang hingga kini belum terjangkau oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Hal ini diungkapkan oleh Puguh Harjanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim.

“SPAMS sangat penting terutama untuk desa-desa yang belum tercover oleh layanan PDAM,” ujar Puguh pada Jumat (25/10/2024).

Ia juga menyatakan bahwa program ini akan terus ditingkatkan untuk memastikan desa-desa yang belum memiliki akses air bersih bisa segera memanfaatkannya.

Mereka terus berupaya mendorong agar program ini dapat beroperasi sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada tahun 2021, tercatat bahwa 312 desa di Kaltim belum mendapatkan akses ke SPAMS.

Saat ini, pada tahun 2024, program tersebut masih belum sepenuhnya beroperasi di seluruh desa, dengan berbagai tantangan dalam aspek pengelolaan dan manajemen.

Program penyediaan air minum sebelumnya yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Sebagai salah satu program nasional, ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang memadai, terutama di daerah pedesaan dan pinggiran kota.

Namun, program itu berakhir pada tahun 2019 akibat kurangnya kelancaran dan kemajuan yang baik.

“Kami mendorong untuk adanya SPAMS kembali, karena ini penting sebagai parameter kunci keberhasilan kami memenuhi kebutuhan masyarakat. Butuh penguatan-penguatan agar program SPAMS bisa lebih aktif, baik dari manajemen desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola,” ungkap Puguh.

Puguh mengungkapkan bahwa keberadaan air bersih di desa berhubungan langsung dengan kesehatan, penurunan angka stunting, serta kualitas hidup yang layak.

Dengan demikian, DPMPD Kaltim berkolaborasi dengan dinas terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan, serta Biro Administrasi Pembangunan, untuk memastikan program ini dapat berjalan efektif.

“Karena semuanya berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Kami dorong rekan-rekan dinas lain agar turut mendukung penguatan program ini,” terangnya.

Program SPAMS tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih, tetapi juga diharapkan dapat berkembang dalam sektor ekonomi desa.

Puguh menyatakan bahwa terdapat potensi bagi beberapa desa untuk mengembangkan bisnis air minum kemasan sebagai produk unggulan.

“Kami berharap program ini bisa dikembangkan lebih luas, bahkan ada desa yang sudah berhasil memproduksi air minum dalam kemasan dan melayani desa-desa tetangga,” ujar Puguh. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota

20 July 2026 - 05:22 WITA

Komisi IV DPRD Samarinda Bongkar Aduan SPMB, Dugaan Perubahan Radius Jadi Sorotan

18 July 2026 - 05:07 WITA

Anhar Soal SPPMB: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Menjadi Pemadam Keluhan

17 July 2026 - 05:00 WITA

Soroti SPMB, Anhar Minta Pemerintah Berhenti Sekadar Mengganti Sistem

17 July 2026 - 04:57 WITA

Bukan Sekadar “Pak Ogah”, DPRD Dorong Relawan Lalin Naik Kelas

17 July 2026 - 04:14 WITA

Trending on Advertorial