Menu ✖

Dark Mode
Prabowo: Malu Saya Jadi Presiden Jika Rakyat Masih Terus Miskin Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas

Advertorial

Melestarikan Budaya: Dispora Kaltim Perkenalkan Olahraga Tradisional kepada Anak-Anak Muda

badge-check


					Sepeda Ontel/Foto: IST Perbesar

Sepeda Ontel/Foto: IST

FASENEWS.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memperkenalkan beberapa olahraga tradisional sebagai upaya untuk mencegah kecanduan gadget di kalangan anak muda, terutama pelajar SD dan SMP.

Olahraga tradisional tidak hanya sebagai upaya pencegahan, tetapi juga dinilai mampu memberikan para pelajar di usia dini pengalaman mengenai warisan budaya.

Berbagai jenis olahraga tradisional ditawarkan, seperti gasing, sumpit, dan sepeda ontel.

Dispora Kaltim menilai perlunya tempat rutin sebagai fasilitas untuk mendukung pelestarian olahraga tradisional yang diperkenalkan kepada anak-anak.

Oleh karena itu, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A Bagus Sugiarta, pihaknya telah menyediakan fasilitas di Kawasan Olahraga GOR Kadrie Oening.

Di tempat itu tersedia lapangan khusus untuk berbagai permainan, seperti sumpit dan lainnya.

“Setiap akhir pekan, kami akan mengundang komunitas olahraga tradisional untuk menampilkan atraksi yang bisa disaksikan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan adanya olahraga tradisional, diharapkan bisa menarik masyarakat yang sering menghabiskan waktu untuk berolahraga di GOR Kadrie Oening Samarinda.

Selain itu, ada lebih banyak inisiatif dari Dispora Kaltim, dengan merencanakan untuk mengunjungi sekolah-sekolah dan mengenalkan berbagai olahraga tradisional.

Anak-anak usia SD dan SMP menjadi target utama dari program ini.

“Di usia itu, mereka lebih open (terbuka) untuk permainan tradisional,” ucapnya. (adv)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial