Menu

Dark Mode
Sehari Melepas Gawai, Menemukan Diri di Rimba Samarinda Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah di Kawasan Folder Kronologi Hilangnya Nadira Az-Zahra, Mahasiswi Telkom University Sempat Keluar dari Seluruh Grup WhatsApp Sebelum Tak Bisa Dihubungi Megawati Pimpin Langkah Strategis PDI Perjuangan Hadapi Ancaman El Nino, Ketahanan Air dan Pangan Jadi Prioritas Hearing Varia Niaga Ditunda, DPRD Samarinda Siapkan ‘Peta Merah-Kuning-Hijau’ untuk Bedah Kinerja Perusahaan DPRD Samarinda Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Tekan Beban TPA Lewat Daur Ulang

News

Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup? Akademisi Soroti Penilaian OCCRP!

badge-check


					Joko Widodo, Presiden RI ke-7 (Foto: Instagram @jokowi) Perbesar

Joko Widodo, Presiden RI ke-7 (Foto: Instagram @jokowi)

FASENEWS.ID – Fernando Emas, seorang akademisi dari Universitas 17 Agustus, menyatakan keprihatinannya terhadap penilaian OCCRP yang dianggapnya tidak didasarkan pada data yang akurat dan valid.

OCCRP baru-baru ini menempatkan mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam daftar nominasi pemimpin terkorup dunia.

Menurutnya, penilaian tersebut tidak bisa diterima, perlu adanya pembuktian dengan data yang jelas dan transparan agar penilaian terhadap seorang pemimpin negara dapat diterima secara objektif.

Tidak hanya itu, Fernando menyatakan kekecewaan atas metode penilaian OCCRP terhadap Jokowi.

Dilansir dari Megakaltim.com, menurut Fernando jika penilaian hanya mengacu pada pembaca di situs OCCRP, maka keabsahan data yang digunakan patut diragukan.

“Penilaian seperti ini sangat cenderung memihak dan tidak dapat dianggap ilmiah,” ungkapnya melalui pernyataan tertulis pada Kamis (2/12/2025).

Fernando menambahkan bahwa laporan semacam ini, yang tidak didukung oleh data yang kredibel, dapat merugikan reputasi Presiden Indonesia dan nama baik negara di kancah internasional.

Dia juga menyatakan bahwa penempatan nama Jokowi dalam nominasi tersebut bisa menjadi alat politik bagi mereka yang tidak puas dengan kepemimpinannya.

“Pencantuman nama Jokowi sebagai salah satu kandidat Presiden terkorup sangat mungkin merupakan bagian dari strategi pihak-pihak yang tidak mendukung kepemimpinan beliau,” lanjut Fernando.

Fernando mengingatkan bahwa mencantumkan nama Jokowi dalam daftar tersebut dapat merusak citra Indonesia di mata dunia.

“Penilaian ini tidak hanya merugikan Presiden Jokowi, tetapi juga mencoreng nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Fernando.

Ia menekankan bahwa penilaian terhadap seorang pemimpin negara harus didasarkan pada data dan fakta yang jelas, serta dilakukan oleh lembaga yang kredibel dan terjamin akuntabilitasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak berbasis fakta solid akan mengancam reputasi lembaga yang bersangkutan di mata publik.

Fernando menyarankan agar Presiden RI ke-7 tersebut meminta penjelasan resmi dari OCCRP terkait penempatan namanya dalam nominasi tersebut.

“Jokowi sebaiknya meminta penjelasan lebih lanjut dan membawa masalah ini ke ranah hukum jika klaim tersebut tidak berdasarkan pada fakta yang sahih,” katanya.

Fernando menambahkan bahwa sebagai pemimpin negara, Jokowi memiliki hak untuk melindungi nama baik dan reputasinya serta memastikan bahwa klaim yang beredar tidak merusak stabilitas sosial dan politik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap Jokowi sebagai Presiden terkorup oleh OCCRP harus dilandasi oleh data yang jelas dan transparan.

Fernando Emas mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penilaian terhadap pemimpin negara dan dampak yang ditimbulkan dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Ia berharap agar setiap klaim yang beredar dapat diuji kebenarannya dengan data yang akurat dan disampaikan oleh lembaga yang kredibel.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap informasi yang tidak sah dapat melindungi reputasi Indonesia di tingkat global dan memastikan stabilitas politik serta sosial tetap terjaga. (apr/naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Filosofi Di Balik Ritual Menginjak Kepala Kerbau dan Gelar Baginda Pemuka Bangsa Kepada Jokowi di Lampung

28 June 2026 - 11:46 WITA

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana Eks Kepala BGN:  Rekayasa Mitra hingga Mark Up Anggaran

3 June 2026 - 17:05 WITA

Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatannya Sebagai Kepala BGN

2 June 2026 - 16:11 WITA

BGN Menembus Batas Negara: Wacanakan Layanan Gizi di Jeddah, Sasar Ribuan Siswa

2 June 2026 - 03:11 WITA

Seno Aji Bantah Tudingan Dalang Hak Angket terhadap Rudy Mas’ud

28 May 2026 - 14:50 WITA

Trending on News