Samarinda, Fasenews.id – Sejumlah figur yang bakal mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kaltim mulai bermunculan seiring berjalannya tahapan Pemilihan Kepala Daerah.
Terlebih ketika partai politik mulai membuka pendaftaran bakal calon. Spanduk para figur terus menghiasi ruas jalan. Baik itu bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur, Walikota dan wakil walikota hingga bupati dan wakil bupati.
Untuk bakal calon gubernur, tiga kandidat mentereng. Ada Isran Noor (mantan gubernur Kaltim), Rudi Mas’u (Anggota DPR RI) dan Mahyudin (Anggota DPD RI).
Ketua DPD GmnI Kaltim, Andi Muhammad Dodi Prabowo mengatakan, Kaltim yang sudah bersinggungan dengan laju pembangunan Ibukota Nusantara (IKN), sudah semestinya para kandidat baik itu gubernur, walikota dan bupati, membuka luas ide serta gagasan baik, demi kemajuan di masing-masing daerah pemilihan.
“Para peserta Pilkada di Kaltim ini sudah harusnya senantiasa bisa memberikan gagasan tentang pembangunan yang ada di Kaltim, lebih menarik lagi dengan adanya proses pembangunan Ibu Kota Negara yang baru,”ungkapnya.
Dia menilai ada banyak ide dan gagasan, selayaknya harus berangkat dari nilai historis. Agar dalam pengembangan IKN kedepannya tidak meminggirkan hak-hak masyarakat.
Alumni Fakultas Pertanian Unmul ini juga mendorong harus ada gagasan yang dibuat untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem, kesenjangan sosial, lapangan kerja, serta aspek keberlangsungan dan ketahanan lingkungan.
“Lebih banyak bicara dan mengupas kebutuhan warga, misal bagaimana soal kemiskinan ekstrem, kesenjangan sosial, lapangan kerja, bahkan soal aspek lingkungan,” jelas Dodi.
Gmni Kaltim juga mengajak semua kandidat untuk memberikan ruang terbuka gagasan yang melibatkan banyak unsur. Mulai dari masyarakat setempat, penggiat lingkungan, mahasiswa, serta unsur lain untuk menyerap gagasan demi kemajuan Kaltim.
(*)







