Menu

Dark Mode
Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional

Samarinda

Andi Harun Tegaskan Orang Tua dan Siswa Tidak Boleh Dibebani Jual-Beli Buku

badge-check


					Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA –  Wali Kota Samarinda Andi Harun, angkat suara terkait keluhan-keluhan yang kini tengah merajalela di tengah dunia pendidikan, yakni melonjaknya harga buku paket-LKS setiap tahunnya.

Wali Kota Andi Harun banyak menerima laporan dari orang tua murid, bahwa tidak sedikit siswa SD-SMP yang enggan untuk bersekolah lantaran mendapat intimidasi dari guru, karena tidak bisa membeli buku.

“Yang perlu diketahui, buku wajib dibiayai oleh dana bos, dan sudah ada dianggarkan pada setiap sekolah. Sedangkan untuk buku penunjang, itu ditanggung APBD Kota Samarinda,” ungkap Wali Kota Samarinda Andi Harun, Sabtu (10/8/2024).

Diketahui, para murid SD-SMP Negeri, justru banyak didesak pihak sekolah untuk membeli buku penunjang.

Hal ini membuat orang nomor satu di Samarinda itu geram.

“Saya sudah membuat keputusan, sekolah tidak boleh menyuruh membeli buku, baik buku penunjang maupun buku wajib. Sekolah tidak berhak untuk memaksa apalagi mengintimidasi anak didiknya dengan urusan pembelian buku,” ujarnya.

Andi Harun juga membeberkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan sidak ke sekolah-sekolah SD-SMP yang telah masuk dalam laporan praktik jual-beli buku paket-LKS.

“Perlu juga saya sampaikan, jadi kalau ada sekolah SD-SMP itu urusan wali kota. Untuk SMA/SMK itu kewenangan gubernur. sehingga, jika masih ada laporan terkait praktik jual beli di sekolah saya akan tindak dengan tegas,” beber Andi Harun.

Kemudian, AH sapaan akrabnya, juga menyampaikan agar orang tua murid tidak boleh dibebani untuk membeli buku, baik buku wajib maupun penunjang.

“Orang tua harus berani menolak. Karena sekarang ini penyakit kita di Republik Indonesia (RI) adalah tipu-tipu, basa-basi, korupsi, dan suap. Mencari uang dengan cara yang tidak benar,” tutup AH. (nit)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

7 September 2026 - 10:49 WITA

Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring

3 September 2026 - 10:55 WITA

768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro

2 September 2026 - 18:23 WITA

Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah

2 September 2026 - 08:24 WITA

Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa

17 August 2026 - 16:02 WITA

Trending on Daerah