Menu ✖

Dark Mode
Karhutla Mendekati Kompleks Pemkot Palangka Raya, Asap Pekat Masuk Ruang Kerja ASN Cerita Zaskia Adya Mecca Sulitnya Padamkan Api Dilahan Gambut Wakil Walikota Bontang Targetkan Penurunan 30 Persen Angka Kemiskinan di Tahun 2027 Forum Pemuda NTT Kota Samarinda Dorong Pemerintah Atasi Akar Kemiskinan Perdesaan Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok

Advertorial

AI Masuk Sekolah, DPRD Samarinda Ingatkan Jangan Kejar Tren Tanpa Kesiapan

badge-check


					ilustrasi Coding Perbesar

ilustrasi Coding

SAMARINDA – Wacana membawa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan koding ke ruang kelas bukan lagi sekadar pembicaraan tentang teknologi. Bagi DPRD Kota Samarinda, kebijakan tersebut harus menjadi bagian dari strategi menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan yang semakin terdigitalisasi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menilai pengenalan koding dan AI sejak bangku sekolah memiliki peluang besar untuk mengubah pola belajar siswa. Kemampuan berpikir logis, analitis, hingga memecahkan masalah dapat diasah melalui pembelajaran berbasis teknologi.

Namun, ia mengingatkan agar modernisasi pendidikan tidak berhenti pada penggunaan istilah AI dan koding semata.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan sekolah benar-benar memiliki fondasi yang cukup sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas. Ketersediaan perangkat, akses teknologi, kualitas jaringan, kompetensi guru, hingga metode pembelajaran harus menjadi bagian dari perencanaan.

“Program ini bisa saja diterapkan di Samarinda, tetapi perlu dikaji lebih mendalam mengenai dampaknya dan tujuan yang ingin dicapai,” ujar Harminsyah, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai memperkenalkan pembelajaran koding dan AI pada tahun ajaran 2025/2026.

Materi tersebut diperkenalkan kepada peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah sebagai bagian dari penguatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Bagi Harminsyah, arah kebijakan tersebut sejalan dengan kebutuhan zaman. Samarinda sebagai kota yang terus berkembang, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir di balik teknologi tersebut.

Di sinilah, menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada kesiapan sistem pendidikan.

Ia tidak ingin pembelajaran AI dan koding hanya menjadi aksesori kurikulum yang terlihat modern, tetapi minim dampak terhadap kemampuan siswa.

“Harus ada perencanaan dan evaluasi yang matang agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan hanya sekadar memenuhi formalitas,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya menyiapkan perangkat digital, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru. Sebab, secanggih apa pun teknologi yang tersedia, kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan tenaga pendidik dalam menerjemahkan teknologi menjadi pengalaman belajar yang relevan bagi siswa.

Harminsyah juga menekankan pentingnya metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta didik. Pengenalan AI dan koding sejak dini, menurutnya, harus diarahkan untuk membangun pola pikir kreatif dan kritis, bukan sekadar mengejar kemampuan teknis.

Jika dipersiapkan dengan baik, ia meyakini pembelajaran tersebut dapat menjadi investasi pendidikan jangka panjang bagi Samarinda. Siswa tidak hanya diposisikan sebagai pengguna teknologi, tetapi dipersiapkan menjadi generasi yang mampu beradaptasi, menciptakan solusi, bahkan mengambil peluang dari perkembangan teknologi.

“Teknologi memang menjadi kebutuhan saat ini, tetapi kesiapan penerapannya di sekolah harus dipastikan agar hasilnya optimal,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Relokasi Jangan Berhenti di Wacana, APBD Harus Punya Jalan Hukum

10 August 2026 - 14:51 WITA

Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Negara Harus Berani Memindahkan Warga

10 August 2026 - 14:41 WITA

Teras Samarinda II Diminta Utamakan Kesiapan, Bukan Sekadar Kejar Target Buka

9 August 2026 - 20:09 WITA

DPRD Proyeksikan PAD Samarinda 2027 Tembus Rp1,5 Triliun

9 August 2026 - 20:04 WITA

Bankeu Belum Cair, DPRD Samarinda Soroti Kepastian Pembiayaan Proyek Pembangunan

8 August 2026 - 14:34 WITA

Trending on Advertorial