Menu

Dark Mode
Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ujian Serius bagi Standar Keamanan Program Gizi Nasional DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli Mengenang Peristiwa Kudatuli, Ananda: Demokrasi Tak Lahir di Atas Karpet Merah Kekuasaan

Advertorial

AI Masuk Sekolah, DPRD Samarinda Ingatkan Jangan Kejar Tren Tanpa Kesiapan

badge-check


					ilustrasi Coding Perbesar

ilustrasi Coding

SAMARINDA – Wacana membawa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan koding ke ruang kelas bukan lagi sekadar pembicaraan tentang teknologi. Bagi DPRD Kota Samarinda, kebijakan tersebut harus menjadi bagian dari strategi menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan yang semakin terdigitalisasi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah, menilai pengenalan koding dan AI sejak bangku sekolah memiliki peluang besar untuk mengubah pola belajar siswa. Kemampuan berpikir logis, analitis, hingga memecahkan masalah dapat diasah melalui pembelajaran berbasis teknologi.

Namun, ia mengingatkan agar modernisasi pendidikan tidak berhenti pada penggunaan istilah AI dan koding semata.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan sekolah benar-benar memiliki fondasi yang cukup sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas. Ketersediaan perangkat, akses teknologi, kualitas jaringan, kompetensi guru, hingga metode pembelajaran harus menjadi bagian dari perencanaan.

“Program ini bisa saja diterapkan di Samarinda, tetapi perlu dikaji lebih mendalam mengenai dampaknya dan tujuan yang ingin dicapai,” ujar Harminsyah, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai memperkenalkan pembelajaran koding dan AI pada tahun ajaran 2025/2026.

Materi tersebut diperkenalkan kepada peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah sebagai bagian dari penguatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Bagi Harminsyah, arah kebijakan tersebut sejalan dengan kebutuhan zaman. Samarinda sebagai kota yang terus berkembang, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir di balik teknologi tersebut.

Di sinilah, menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada kesiapan sistem pendidikan.

Ia tidak ingin pembelajaran AI dan koding hanya menjadi aksesori kurikulum yang terlihat modern, tetapi minim dampak terhadap kemampuan siswa.

“Harus ada perencanaan dan evaluasi yang matang agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan hanya sekadar memenuhi formalitas,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya menyiapkan perangkat digital, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru. Sebab, secanggih apa pun teknologi yang tersedia, kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan tenaga pendidik dalam menerjemahkan teknologi menjadi pengalaman belajar yang relevan bagi siswa.

Harminsyah juga menekankan pentingnya metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta didik. Pengenalan AI dan koding sejak dini, menurutnya, harus diarahkan untuk membangun pola pikir kreatif dan kritis, bukan sekadar mengejar kemampuan teknis.

Jika dipersiapkan dengan baik, ia meyakini pembelajaran tersebut dapat menjadi investasi pendidikan jangka panjang bagi Samarinda. Siswa tidak hanya diposisikan sebagai pengguna teknologi, tetapi dipersiapkan menjadi generasi yang mampu beradaptasi, menciptakan solusi, bahkan mengambil peluang dari perkembangan teknologi.

“Teknologi memang menjadi kebutuhan saat ini, tetapi kesiapan penerapannya di sekolah harus dipastikan agar hasilnya optimal,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Samarinda)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Event Rutin Jadi Motor Ekonomi, Joha Fajal Dorong Samarinda Perkuat Magnet Wisata Kota

20 July 2026 - 05:22 WITA

DPRD Samarinda Dorong Peran Mahasiswa sebagai Penjaga Arah Pembangunan

19 July 2026 - 17:51 WITA

Trending on Advertorial