Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Badan Otorita Minta Tambah Anggaran Rp 29 Triliun, Uangnya Diplot untuk Perawatan Gedung-gedung di IKN

badge-check


					Potret Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN)/ Foto: YT Biro Pers, Sekretariat dan Media Perbesar

Potret Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN)/ Foto: YT Biro Pers, Sekretariat dan Media

Fasenews – Tambahan pendanaan Rp 29,8 Triliun diusulkan Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) saat rapat dengan Komisi II DPR RI.

Usulan tambahan pendanaan itu disampaikan Plt Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Raja Juli Antoni, ketika hadir di rapat yang digelar pada Senin (10/6/2024).

Usulan tambahan pendanaan ini, disebutnya sudah dikalkukasi sesuai dengan kebutuhan anggaran yang belum terselesaikan.

“Selanjutnya pada 7 Juni 2024, kami mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun 2025 dalam pertemuan pihak tersebut kami mencatat beberapa kebutuhan anggaran yang belum terselesaikan dalam pagu indikatif 2025 dengan total Rp 29,8 triliun,” ucap Raja Juli Antoni.

“Kenaikan ini merupakan konsekuensi tahap pengelolaan barang milik negara (BMN) yang akan diserahkan oleh PUPR kepada OIKN, serta melanjutkan pembangunan ekosistem yang baik,” lanjutnya lagi.

Meski meminta adanya penambahan pendanaan, Raja Juli Antoni, menyebut bahwa angka yang ia sampaikan hanyalah usulan,

“Tadi kami usulkan Rp 29 triliun, apakah diterima atau tidak, atau sebagian digeser ke kementerian lain, itu nanti bahan diskusi. Jadi kebutuhan real ketika ada serah terima BMN maka kita punya tanggung jawab untuk mengelola dengan baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selama ini anggaran pembangunan di IKN diserahkan ke Kementerian PUPR. Namu, nantinya gedung-gedung yang sudah dibangun akan diserahkan kepada OIKN untuk dikelola dengan baik.

Selain kebutuhan sumber daya manusia (SDM), ia menyebut OIKN juga membutuhkan dana. Raja menyebut uang itu akan dipakai merawat gedung-gedung di IKN.

“Selama ini anggaran pembangunan itu ada di PUPR. Ketika nanti diserahkan kepada OIKN, kapasitas OIKN mengelola gedung ditingkatkan, baik SDM, kedua juga perlu ada ketersediaan anggaran. Sehingga bangunan yang sudah cantik, yang sudah indah, itu bisa dirawat dengan baik,” katanya.

Berikut rincian kegiatan penambahaan pendanaan yang diusulkan Badan Otorita saat rapat dengan Komisi II DPR RI:

1. Pengelolaan gedung-gedung yang diserahkan dari Kementerian PUPR ke OIKN

2. Pembangunan infrastruktur lanjutan untuk program pembangunan IKN 2025 dan seterusnya.

3. Penyediaan teknologi kota pintar (as)

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News