Menu

Dark Mode
Kompetisi Samarinda Domino Series 4 Pertandingkan 768 Pasang Pemain, PB Pordi Siapkan Wasit Berkualitas Dua Kali Tertunda, Penyampaian Visi-Misi Bakal Calon Rektor Unmul Digelar Besok Kabut Asap Ancam Aktivitas Sekolah, Disdikbud Samarinda Siapkan Skenario Belajar Daring 768 Pasang Pemain Siap Adu Strategi di Samarinda Domino Series 4, Road to Liga Pro Konferda PA GMNI Kaltim Digelar di Kutim, 10 DPC Disiapkan Menyatukan Gagasan untuk Masa Depan Daerah Moment Kemerdekaan, Ananda Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Perjuangan Pendiri Bangsa

Advertorial

Penertiban Parkir Liar Truk Gandeng di Jalan Teuku Umar Harus Tanpa Toleransi

badge-check


					Ronal Stephen (Putih) rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang membahas keluhan warga terkait maraknya kendaraan besar yang parkir sembarangan Perbesar

Ronal Stephen (Putih) rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang membahas keluhan warga terkait maraknya kendaraan besar yang parkir sembarangan

SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menegaskan bahwa praktik parkir liar truk gandeng atau kereta tempel di sepanjang Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, tidak bisa lagi ditoleransi.

Kondisi tersebut dinilai telah mengancam keselamatan serta mengganggu kenyamanan masyarakat secara serius.

Penegasan itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang membahas keluhan warga terkait maraknya kendaraan besar yang parkir sembarangan di kawasan tersebut, Selasa (26/5/2026).

“Hari ini saya hadir membawa suara warga Jalan Teuku Umar. Ada kurang lebih 500 jiwa dari tiga RT yang terdampak langsung. Ini bukan persoalan kecil dan harus segera ditindak tegas,”ujar Ronal.

Ia menilai, parkir truk gandeng di badan maupun bahu jalan telah menciptakan potensi bahaya yang nyata, terutama bagi pengendara roda dua dan masyarakat yang melintas setiap hari.

“Ini menyangkut keselamatan. Tidak boleh ada lagi kendaraan besar yang menjadikan jalan umum sebagai tempat parkir,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Ronal juga mendorong Dishub untuk segera berkoordinasi dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Timur agar memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggotanya.

Menurutnya, tanggung jawab tidak hanya berada pada pengemudi, tetapi juga perusahaan.

“Kami sudah menyampaikan teguran keras. Perusahaan dan pengemudi harus disiplin. Jalan umum bukan lahan parkir,” ujarnya.

Ronal turut mengingatkan pelaku usaha di sekitar kawasan pergudangan, khususnya usaha tambal ban, agar tidak membiarkan kendaraan menginap di badan jalan. Praktik tersebut dinilai memperparah kemacetan dan memperburuk ketertiban lalu lintas.

“Kami minta pelaku usaha tidak memfasilitasi kendaraan parkir di badan jalan. Ini harus dihentikan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak kepolisian dalam penertiban yang telah dilakukan. Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten sangat diperlukan untuk memberikan efek jera.

“Penindakan harus berlanjut dan konsisten. Parkir sembarangan yang membahayakan keselamatan bukan sekadar pelanggaran biasa, tetapi bisa berkonsekuensi hukum,” tegas Ronal.

Ronal menutup dengan menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi logistik untuk menata kawasan Jalan Teuku Umar. Ia memastikan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional.

“Tidak boleh ada kompromi jika menyangkut keselamatan publik,” pungkasnya.

(Fran)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

DPRD Dorong Polder Air Hitam Jadi Ruang Publik dan Etalase UMKM

7 August 2026 - 18:49 WITA

DPRD Samarinda Dorong Kantor Pemerintahan Jadi Ruang Kerja Bebas Vape

6 August 2026 - 19:08 WITA

DPRD Samarinda Ingin Pasar Rakyat Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Tempat Jual Beli

4 August 2026 - 19:04 WITA

Terowongan Samarinda Tinggal Menunggu “Lampu Hijau”, DPRD Tekankan Keselamatan Sebelum Dibuka

4 August 2026 - 08:33 WITA

DPRD Samarinda Dorong Dapur Gizi Jadi Etalase Produk Lokal

3 August 2026 - 08:08 WITA

Trending on Advertorial