Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Jakarta Mau Buat Sistem 4 Hari Kerja Seminggu, Bagaimana Jerman dan Islandia Bisa Berhasil? 

badge-check


					Ilustrasi pekerja santai/ Unsplash Perbesar

Ilustrasi pekerja santai/ Unsplash

FASENEWS.ID – Wacana sistem 4 hari kerja seminggu disiapkan untuk dilakukan di Jakarta.

Usul ini dicoba untuk dilakukan di masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno.

Usul diungkapkan oleh Nirwono Yoga, anggota Tim Transisi Pramono-Rano di bidang kebijakan publik.

Dilansir dari Avnmedia.id, Nirwono menekankan bahwa kebijakan ini tidak akan diterapkan secara permanen, melainkan disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan Jakarta.

“Pengurangan hari kerja, empat hari kerja. Empat hari kerja ini yang sedang digagas (Pramono),” kata Nirwono saat diwawancarai media, Selasa (21/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa gagasan ini terinspirasi oleh negara-negara Eropa seperti Denmark, Belgia, Jerman, dan Islandia yang telah mengurangi jumlah hari kerja efektif untuk meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Terkait pelaksanaannya, sistem empat hari kerja akan dibuat fleksibel. Contohnya, pegawai dapat memilih libur pada Rabu atau Jumat.

Namun, keputusan akhir terkait jadwal libur tetap akan ditentukan oleh DPRD Jakarta.

“Apakah masuk Senin, Selasa, kemudian Rabu libur, Kamis dan Jumat masuk, ini teman-teman DPRD yang akan memutuskan,” jelas Nirwono.

Ia juga mengungkapkan bahwa konsep ini bukan hal baru di Jakarta.

Sebelumnya, mantan Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, pernah menganjurkan work from home (WFH) saat tingkat polusi udara Jakarta sedang tinggi.

“Pada puncak-puncak polusi kemarin, sekolah-sekolah juga sudah diliburkan. Artinya, gagasan empat hari kerja bukan barang baru,” tambah Nirwono.

Langkah ini diharapkan menjadi salah satu solusi yang tidak hanya relevan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjawab berbagai tantangan di ibu kota.

Jerman dan Islandia Sukses Terapkan Pola Kerja Empat Hari

Pola kerja empat hari seminggu semakin populer di berbagai negara. Jerman dan Islandia menjadi contoh sukses penerapan sistem ini, meski dengan pendekatan yang berbeda.

Kedua negara membuktikan bahwa pengurangan hari kerja tidak berarti menurunkan produktivitas.

Jerman: Fokus pada Fleksibilitas

Di Jerman, pola kerja empat hari belum menjadi kebijakan nasional, tetapi telah diterapkan oleh beberapa perusahaan, terutama di sektor teknologi dan kreatif.

Pekerja di perusahaan tersebut biasanya bekerja selama 32–36 jam seminggu, dengan jam kerja harian yang diperpanjang.

Meski waktu kerja berkurang, karyawan tetap menerima gaji penuh selama target pekerjaan tercapai. Model ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance).

Hasilnya, perusahaan melaporkan peningkatan produktivitas, penurunan tingkat stres, dan karyawan yang lebih puas dengan pekerjaannya.

Islandia: Proyek Nasional yang Sukses

Sementara itu, Islandia telah lebih dulu menerapkan uji coba sistem kerja empat hari secara nasional dari tahun 2015 hingga 2019.

Dalam uji coba tersebut, jam kerja dikurangi dari 40 jam menjadi 35–36 jam per minggu tanpa ada pemotongan gaji.

Uji coba melibatkan pekerja sektor publik, seperti kantor pemerintah dan layanan kesehatan, serta beberapa perusahaan swasta.

Hasilnya sangat positif.

Keseimbangan hidup para pekerja membaik dengan lebih banyak waktu untuk keluarga, olahraga, dan kegiatan pribadi.

Kini, sekitar 86% pekerja di Islandia memiliki opsi untuk bekerja dengan sistem empat hari seminggu atau pengurangan jam kerja. (jas/as)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menantang Batas Manusia: Kirana Larasati Sejarah Baru Perempuan Indonesia, Menyelam Hingga 127 Meter di Bawah Laut

4 March 2026 - 10:22 WIB

Penyakit Kronis, Disabilitas yang Tak Kasat Mata Kini Diakui Negara

3 March 2026 - 22:06 WIB

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Trending on News