Menu

Dark Mode
Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214 di Depan Kantor Gubernur Kaltim Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur Ananda Emira Moeis Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masa Aksi 214 Rudy Mas’ud Buka Peluang Dialog dengan Demonstran, Tergantung Situasi Lapangan Tak Lazim, BGN Habiskan Rp1,5 Miliar Untuk Belanja Semir Sepatu DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

News

Terungkap! 18 Polisi Terlibat Pemerasan di DWP 2024, Penonton Malaysia Dipaksa Bayar

badge-check


					Kolase Foto, Konser DWP 2024 dan Polisi/ Foto: FASENEWS.ID Perbesar

Kolase Foto, Konser DWP 2024 dan Polisi/ Foto: FASENEWS.ID

FASENEWS.ID – Sebanyak 18 anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran diamankan oleh Divisi Propam Polri setelah beredarnya kasus dugaan pemerasan.

Diamankannya 18 anggota polisi terkait dugaan pemerasan terhadap penonton warga negara Malaysia pada acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 15 Desember 2024.

Kasus ini mencuat setelah media sosial di Malaysia ramai membicarakan tuduhan pemerasan terhadap lebih dari 400 penonton asal Malaysia.

Para penonton tersebut dilaporkan dipaksa membayar uang meskipun hasil tes urine mereka negatif.

Apa itu DWP?

Djakarta Warehouse Project (DWP) adalah festival musik elektronik tahunan yang diadakan di Jakarta, Indonesia.

Acara ini dikenal dengan penampilan DJ internasional dan produksi panggung yang megah, yang menarik ribuan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

DWP menjadi salah satu acara musik terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan atmosfer yang penuh energi dan menampilkan musisi ternama dari seluruh dunia.

Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 dengan nama Blowfish Warehouse Project di klub malam Blowfish di Jakarta.

Setelah sempat vakum pada tahun 2009, festival ini kembali digelar pada tahun 2010 dengan nama Djakarta Warehouse Project dan diadakan di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta.

Sejak saat itu, DWP terus berkembang dan menjadi salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia.

Kronologi Kejadian Pemerasan

Pada acara DWP 2024, sejumlah penonton, termasuk warga negara Malaysia, ditangkap oleh oknum polisi dengan tuduhan pelanggaran administratif.

Setelah penangkapan, mereka diduga dipaksa untuk membayar uang tunai sebagai imbalan untuk menghindari proses hukum lebih lanjut.

Meskipun hasil tes urine yang dilakukan pada penonton tersebut negatif, mereka tetap diminta membayar sejumlah uang yang nilainya bervariasi, dengan total uang yang diperas diperkirakan mencapai 9 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp32 miliar.

Respons Pihak Berwenang

Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, mengonfirmasi bahwa Polri telah mengamankan 18 anggota yang terlibat dalam dugaan pemerasan ini.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk menindak tegas anggota yang melanggar aturan guna memastikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa laporan ini sedang didalami dan jika terbukti ada pelanggaran, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan sanksi yang sesuai.

Divisi Propam Polri terus melakukan investigasi terhadap 18 anggota yang terlibat.

Jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi sanksi sesuai peraturan yang berlaku, termasuk pemecatan dan kemungkinan proses hukum pidana.

Tanggapan Penyelenggara DWP

Namun, insiden dugaan pemerasan ini mencoreng reputasi acara dan menimbulkan kekhawatiran bagi pengunjung asing.

Pihak penyelenggara DWP 2024, Ismaya Live, telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Mereka menyesalkan pengalaman buruk yang dialami beberapa penonton dan menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang guna menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Ismaya Live juga menekankan bahwa keselamatan, kesejahteraan, dan pengalaman penonton adalah prioritas utama mereka.

Dampak di Media Sosial

Kasus ini memicu protes di media sosial, terutama di kalangan netizen Malaysia, yang menunjukkan kekecewaan dan kekhawatiran terhadap tindakan oknum polisi tersebut.

Beberapa dari mereka bahkan menyerukan boikot terhadap acara serupa di Indonesia jika masalah ini tidak ditangani dengan serius. (naf)

Facebook Comments Box

Baca Selengkapnya

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Bungkam Usai Masa Aksi 214 Dipukul Mundur

21 April 2026 - 19:33 WITA

DPRD Kaltim Siap Sambut Aksi 21 April, Tekankan Dialog Terbuka dan Aksi Damai

19 April 2026 - 16:52 WITA

PA GMNI Kaltim: Demonstrasi 21 April Adalah “Koreksi Cinta” untuk Pemerintah

19 April 2026 - 10:40 WITA

Agus Suwandi Nilai Perubahan Wajah Kota Samarinda Sebagai Contoh Kongkrit Sinergi Level Pemerintahan

17 April 2026 - 10:29 WITA

KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS, Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti Rakyat”,

11 April 2026 - 14:30 WITA

Trending on News