Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

News

Respon Istana Soal Jurnalis Tempo Diteror Kepala Babi: Sudah, Dimasak Aja

badge-check


					Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi saat merespon teror kepala babi yang dialami jurnalis Tempo (ist) Perbesar

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi saat merespon teror kepala babi yang dialami jurnalis Tempo (ist)

Fasenews.id- Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi dimintain tanggapannya mengenai teror pengiriman paket berisi kepala babi yang ditujukan kepada jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana (Cica).

Dengan santai Hasan menyarangkan agar kepala Babi itu dimasak saja

“Sudah dimasak saja,” kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3).

Awak media sempat menegaskan bahwa kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo sudah tak layak konsumsi. Namun Hasan tetap dengan jawabannya untuk dimasak saja.

Sebelumnya, Kantor Tempo mendapat paket berisi kepala babi. Teror tersebut merupakan bentuk upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti teror tersebut.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” ujar Setri dalam keterangan tertulis, Kamis (20/3/2025).

Bagi Hasan, teror yang diterima jurnalis tempo bukanlah sebuah ancaman. Sebab, sikap jurnalis tempo yang diunggah di media sosial santai atas teror tersebut.

“Enggak lah (sebagai ancaman) saya lihat ya saya lihat dari media sosialnya Francisca yang wartawan tempo itu, itu dia justru minta dikirimin daging babi,” ucapnya.

“Ya sama artinya dia enggak terancam kan. buktinya dia bisa bercanda. Kirimin daging babi,” sambung dia.

Lebih lanjut, Hasan meminta untuk tidak melebih-lebihkan permasalahan ini. Dia menilai, teror tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Apakah itu benaran seperti itu? Atau cuma jokes, karena saya lihat juga mereka menanggapinya dengan jokes. Jadi menurut saya enggak usah dibesarkan,” tegasnya.

(Fran)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

MBG Terancam Jadi Pemborosan: 62 Juta Porsi Tak Dimakan, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp1,27 Triliun per Pekan

3 March 2026 - 06:55 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

Dari Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai: Edukasi Lingkungan Lewat PENDIKRESA Bersama Anak Usia Dini

14 January 2026 - 10:52 WIB

Demokrasi Di persimpangan Jalan: Wacana Pilkada via DPRD

14 January 2026 - 09:15 WIB

Fenomena Pindah Partai Kepala Daerah: Tradisi, Kepentingan Politik Hingga Politik Anggaran

26 November 2025 - 08:39 WIB

Trending on News