Menu

Dark Mode
Bakal Ada Tambahan Kuota P3K di Kukar Sebanyak 5.776 Orang, 574 Diantaranya Tenaga Guru Gerimis Tak Jadi Penghalang Pengambilan Sumpah 2.300 Pegawai P3K di Lingkup Pemkab Kukar Kunjungi 5 Balita Penderita Stunting Dari Muara Enggelam, Pemkab Kukar Komitmen Penanganan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kukar Capai Target Program 25 Ribu Nelayan Produktif

Daerah

Tak Ambil Opsi Penutupan, Dishub Samarinda Ambil Kebijakan Ini untuk SPBU Gatot Subroto

badge-check


					Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu/ Foto: Fasenews.id Perbesar

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu/ Foto: Fasenews.id

FASENEWS.ID, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda umumkan bahwa SPBU di Jl Gatot Subroto menerapkan penjualan pertalite hanya dikhususkan untuk kendaraan roda dua.

Hal ini diambil oleh Dishub untuk mengurangi kemacetan di area tersebut.

Diketahui, sebelumnya Dishub Kota Samarinda memberikan tiga opsi yakni melakukan penutupan SPBU, penjualan Pertamax, dan penjualan pertalite hanya khusus bagi roda dua.

“Yang kami pilih yakni opsi ketiga, yaitu penjualan pertalite khusus roda dua. Kami lakukan uji coba di lapangan terlebih dahulu,” ungkap Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu, Selasa (13/8/2024).

Kebijakan ini mengacu pada Undang – Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mana Undang-Undang ini berlaku untuk membina dan menyelenggarakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

“25 meter bebas dari hambatan lalu lintas, sesuai undang-undang,” ujarnya.

Kemudian, Dishub Kota Samarinda juga menambahkan barrier, dimulai dari simpang empat Merak hingga simpang tiga Camar.

Pemasangan barrier ini diharapkan pengguna jalan bisa mengikuti arah lalu lintas, agar penguraian kemacetan bisa terjadi.

“Panjang barrier sekitar 350 meter, dibutuhkan sekitar 300 barrier lagi, dengan harga satu barrier dibandrol kurang lebih Rp 1 juta,” beber Manalu.

Manalu juga membeberkan, bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada PUPR, agar penambahan barrier itu bisa dibuatkan secara permanen.

Dengan adanya barrier, bisa mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi.

“Untuk target pemasangan barrier kemungkinan pada bulan ini,” pungkasnya. (nit)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hangatnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Diaspora Buton dan Pemerintah Kota Samarinda

15 March 2026 - 07:32 WIB

Ananda Emira Moeis: Penabrakan Jembatan Tak Sekedar Isu Infrastruktur Melainkan Juga Isu Stabilitas Ekonomi Masyarakat

12 March 2026 - 12:40 WIB

INSKA FEST 2026 Hadir sebagai Ruang Ekspresi Kreatif Pelajar Samarinda

26 February 2026 - 11:45 WIB

APPRI Kaltim: Proyek RDMP Balikpapan Jadi Tonggak Penting Kemandirian Energi Nasional

27 November 2025 - 11:41 WIB

Syarifudin Tangalindo Nahkoda Baru Himpunan Warga Buton Samarinda

22 November 2025 - 10:53 WIB

Trending on Daerah